Bau mulut, secara medis dikenal sebagai halitosis, adalah masalah umum. Bau mulut biasanya sederhana dan dapat dicegah. Faktor makanan serta penggunaan tembakau dan alkohol dapat menjadi faktor penyebab bau mulut.
Kebersihan mulut yang buruk, penyakit gusi, gigi berlubang, atau infeksi mulut juga bisa menjadi penyebab halitosis. Infeksi
pada paru-paru, sinus, atau saluran udara juga dapat menyebabkan bau
mulut karena adanya sekresi hidung yang mungkin mengalir ke mulut.
Tetesan postnasal kronis, misalnya seperti yang terjadi dengan infeksi sinus, bisa menjadi penyebab bau mulut. Batuk dahak dari infeksi paru-paru juga bisa menyebabkan bau mulut. Mulut
kering (xerostomia) dapat menjadi efek samping dari obat-obatan
tertentu, meningkatkan kecenderungan untuk mengembangkan bau mulut.
Penyakit kronis tertentu yang sangat membatasi fungsi hati atau ginjal juga dapat mengubah bau nafas. Kondisi kronis lainnya yang dapat dikaitkan dengan bau mulut termasuk diabetes dan penyakit refluks asam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar